Skip to content

Pengenalan Dart ​

Apa itu Dart? ​

Dart adalah bahasa pemrograman lintas platform (cross-platform) buatan Google. Jika kamu pernah menggunakan Java atau C++, kamu akan merasa sangat familiar saat menggunakan Dart. Dart diciptakan pertama kali pada tahun 2011 sebagai bahasa web, namun popularitasnya meledak setelah digunakan sebagai bahasa utama untuk framework UI revolusioner Google: Flutter.

Dart dapat dikompilasi Just-in-Time (JIT) untuk siklus development yang cepat (seperti fitur Hot Reload di Flutter), dan dikompilasi Ahead-of-Time (AOT) menjadi kode mesin asli (native) ARM atau x64 untuk performa produksi yang sangat tinggi.

Komparasi Dasar dengan Java & C++ ​

Sebagai developer Java / C++, transisi ke Dart sangat mudah. Mari kita lihat perbandingannya:

1. Titik Masuk Utama (Main Function) ​

Sama seperti Java dan C++, eksekusi program berbasis Dart selalu dimulai dari fungsi main().

C++:

cpp
#include <iostream>
int main() {
    std::cout << "Hello, World!";
    return 0;
}

Java:

java
public class Main {
    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Hello, World!");
    }
}

Dart:

dart
void main() {
  print('Hello, World!');
}

Perhatikan: Di Dart, main() tidak perlu berada di dalam struktur class, dan kamu tidak perlu menggunakan Array args jika tidak diperlukan.

Kenapa Kamu Harus Belajar Dart? ​

  • Optimasi Mobile & Web: Dart dirancang dari awal untuk performa maksimal pada pembangunan antarmuka klien (UI).
  • Semantik Familiar: Transisi paling mulus dibandingkan dari Java ke JavaScript atau bahasa lainnya. Jika kamu tahu OOP Java, kamu tahu 90% cara kerja Dart.
  • Null Safety: Mengurangi NullPointerException (musuh bebuyutan programmer Java) langsung di tingkat Compiler.
  • Ekosistem Satu Pintu: Jika kamu bisa bahasa Dart, kamu secara otomatis sudah bisa membuat aplikasi Android, iOS, Web, Windows, macOS, dan Linux (dengan Flutter).